Seorang
politisi yang juga anggota DPR berkunjung ke sebuah sekolah dasar di Jakarta.
Di satu kelas ia bercakap-cakap dengan para siswa. Ia bertanya kepada murid-murid
kelas tersebut, siapa yang dapat memberikan contoh apa yang dimaksud dengan
"tragedi". Seorang anak laki-laki mengacungkan tangan dan berkata,
"Jika teman terbaik saya sedang bermain sepeda di jalan raya dan ia
tertabrak mobil sampai meninggal dunia, itu disebut sebuah tragedi."
"Bukan,"
sang politisi menjawab, "itu disebut KECELAKAAN."
Seorang
gadis kecil mengangkat tangannya, "Jika bis sekolah yang mengangkut 50
murid SD masuk ke dalam jurang, dan semua penumpangnya tewas seketika....itu
pasti
disebut tragedi."
"Rasanya
bukan nak," sang politisi menjelaskan, "itu akan kita sebut rasa DUKA
yang mendalam."
Ruang
kelas menjadi sunyi untuk beberapa saat, sampai akhirnya seorang anak laki-laki
di pojok ruangan mengangkat tanganya.
"Jika
sebuah pesawat terbang yang mengangkut seluruh anggota DPR meledak karena bom
dan semua penumpangnya tewas, itu pasti disebut tragedi", anak laki-laki
itu berkata.
"Hebat"
politisi itu berkata, "luar biasa! Tolong jelaskan kepada teman-teman kamu
di sini, mengapa itu disebut tragedi."
"Hmmmm,"
anak laki-laki itu menjelaskan, "karena pasti itu bukan sebuah kecelakaan,
dan yang jelas kita juga tidak akan merasa berduka."
(http://forum.tempointeraktif.com/)