Marieska Harya Virdhani - Okezone
Mulai saat ini, setiap istri pejabat
negara diminta untuk lebih aktif bertanya soal sumber penghasilan para
suami. Hal itu guna mencegah dan menekan angka korupsi yang justru
ditengarai banyak dipelopori oleh para istri atau ibu rumah tangga.
Tak
jarang setiap pejabat yang terbukti sebagai koruptor justru mengalirkan
dana haram tersebut ke rekening istrinya bahkan anak-anak mereka. Sebut
saja kasus mafia pajak Bahasyim Asyafii serta Gayus Tambunan yang
mengalirkan uang hasil korupsi ke istri mereka.
Koordinator
Divisi Kampanye Publik ICW, Illian Deta Arthasari mengatakan kasus
korupsi saat ini sudah sangat parah yakni selalu menduduki posisi nomor
satu se-Asia Pasifik. Karena itu, perang terhadap korupsi seharusnya
dimulai dari diri sendiri dan keluarga.
“Harus dimulai dari diri
sendiri dan keluarga, laki-laki korupsi justru diketahui istri, mengalir
ke rekening istri dan anak, kita ajak kapan pun perempuan harus lawan
korupsi, karena sudah sangat menggurita, masuk semua sektor kehidupan,”
katanya dalam talk show ‘Kartini Melawan Korupsi’ di Mal Depok, Sabtu
(23/04/11).
Sementara itu, General Secretary Koalisi Perempuan
Indonesia (KPI), Dian Kartikasari menyatakan bahwa banyaknya pejabat
negara yang korupsi terjadi karena peran istri. Umumnya sang istri
bersifat konsumtif, namun tidak didukung oleh penghasilan suami yang
resmi.
"Banyak istri pejabat yang gaya hidupnya jetset. Sehingga
suami pun terpaksa korupsi. Istrinya tahu kalau suaminya korupsi,"
tuturnya.
Dian menambahkan untuk mencegah hal itu, para istri
harus berani menanyakan tentang harta yang dibeli suami yang jika diukur
dengan penghasilan suami, harta tersebut tidak bisa dibeli.
“Suami
harus terbuka tentang jumlah penghasilannya. Slip gaji harus diberikan
kepada istri, sehingga istri tahu kemampuan suami,” tandas Dian. (abe)