
Surabaya - Kapolda Jatim Irjen Pol Untung S Radjab
memerintahkan jajarannya baik di polda Jatim maupun polres, mengungkap kasus
korupsi di Jawa Timur. Namun, dirinya tidak ingin terseret opini yang berkembang
di masyarakat.
"Pengungkapan korupsi ya jelas lah. Cuma jangan menghakimi
orang dan saya nggak mau ikuti opini, tapi berdasarkan bukti materiil," kata
Kapolda Jatim Irjen Pol Untung S Radjab di mapolda, Jalan Ahmad Yani, Selasa
(15/3/2011).
Untung beralasan, dampak korupsi lebih dahsyat dari pada
kasus penyalahgunaan narkoba.
"Kalau narkoba berdampak pada pemakainya.
Sedangkan korupsi, negara bisa bangkrut, bahkan anak Indonesia sampai anak yang
ada di gunung akan menanggung beban utang," katanya.
Jenderal dua
bintang di pundaknya kelahiran Medan 57 tahun lalu menegaskan, semua polres
jajaran maupun penyidik Satuan Tindak Pidana Korupsi (Sat Tipikor) Direktorat
Reserse Kriminal (Ditreskrim) Polda Jatim, untuk mengungkap kasus korupsi.
Bahkan mantan Wakapolres Surabaya Selatan ini mewanti-wanti polisi untuk
tidak korupsi. "Kalau polisi korupsi ya harus ditindak," tegas mantan Kapolda
Kalimantan Selatan (Kalsel).
Saat ditanya berapa target ungkap kasus
korupsi di setiap polres jajarannya, mantan Kapolda Daerah Istimewa Yogyakarta
ini tidak memberikan kepastian berapa kasus yang diungkapnya di setiap
jajarannya.
"Pengungkapan korupsi target semuanya. Kalau ada bukti
melanggar tindak pidana ya harus diungkap," jelas mantan Widyaiswara Utama
Sespim Polri.