Apa tujuan bekerja? Untuk bertahan hidup, untuk
menghasilkan uang, untuk mencukupi kebutuhan keluarga, untuk ini, dan
untuk itu. Tidak ada yang salah dengan tujuan itu semua.
Hanya saja, ketika kebutuhan materi semakin
menguasai motivasi, lahirlah yang namanya menghalalkan segala cara.
Menyebut “markus”, sekarang tidak boleh karena menyinggung suatu nama
yang baik. Pada intinya, melakukan segala hal yang bertentangan dengan
suara terdalam demi materi.
Sampai saat ini saya masih bertanya-tanya. Jika
koruptor mempunyai keluarga, jika mafia kasus memiliki pasangan, anak,
tetangga, sahabat, kenapa tidak ada yang menasihatkan segala hal baik
kepada mereka?
Kembali lagi ke soal moral, seandainya ayah saya
koruptor, jika ibu saya koruptor, saya malu, Banyaknya harta yang
melimpah ternyata suatu pemicu kesengsaraan bangsaku.
Kalau boleh mengira-ngira, Tuhan itu sebenarnya
capek tidak ya? Melihat perhelatan korupsi di negeri ini yang tiada
selesai-selesai?
Ah, Tuhan masih diam saja…