Amin Rais Menilai KPK Lakukan 'Korupsi'
Jumat, 22 April 2011
SLEMAN (KRjogja.com) - Meski
sudah delapan tahun berdiri, namun Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
masih dinilai belum berhasil mengungkap kasus korupsi yang melanda
negeri ini. Bahkan, mantan Ketua MPR RI, Prof Amien Rais menilai,
lembaga independen yang dibentuk sejak tahun 2003 ini justru malah
melakukan korupsi.
"Saya katakan korupsi halus karena pemborosan yang luar biasa," tegas
Amien Rais saat ditemui KRjogja.com usai memberikan tausyiah di
kediamannya, Pandeansari, Condongcatur, Depok, Sleman, Jumat (22/4).
Amien Rais menjelaskan, saat dirinya menjabat Ketua MPR RI dulu,
tujuan pembentukan KPK yakni untuk membongkar korupsi kelas raksasa.
Tetapi dalam kenyataannya, lembaga yang kini dipimpin Bsro Muqodas ini
justru hanya mengejar korupsi kelas kecil saja.
“Padahal, KPK mengeluarkan anggaran ratusan miliar. Yang didapat
dengan yang dikeluarkan justru lebih besar pengeluaran. Ini yang
dimaksud korupsi halus," ungkapnya.
Lembaga KPK, lanjut Amien Rais, seharusnya mampu menjadi kekuatan
baru. Pasalnya, keberadaannya banyak dikagumi masyarakat dalam
penanggulangan korupsi. "Masyarakat mengagumi itu harus jadi pendorong,"
tandasnya.
Namun, 'mlempem'nya KPK sebenarnya tak lepas dari carut-marutnya
bangsa Indonesia, yakni dengan tindakan para pemimpin bangsa yang sering
melakukan sandiwara. "Tapi KPK itu sandiwara puncaknya, karena
pemborosan itu tadi. Makanya, KPK harus membuktikan dengan mengungkap
kasus korupsi kelas kakap. Kasus Gayus, kasus Century dan yang lain,"
tegasnya.
Kendati demikian, tokoh PAN ini berharap, peralihan kepemimpinan 2014
nanti bisa benar-benar memilih pemimpin nasional yang tegas. Serta
memahami aksara dan jiwa Pancasila dan UUD 45.
"Kita tunggu 2014 mendatang saja. Pemimpin besok harus berani
mengambil kebijakan, tegas dan tidak tergantung dengan asing. Selama
kita tunduk dengan IMF maupun asing, maka negara kita akan tetap
carut-marut begini," pungkasnya. (Dhi)
sumber: http://www.komisikepolisianindonesia.com
Tags:
Titian