
Jakarta -
Hasil kajian KPK tentang banyaknya titik rawan korupsi di Kemenag
tidak sepenuhnya ditindaklanjuti oleh kementerian tersebut. Menteri
Agama, Suryadharma Ali mengaku kecolongan oleh anak buahnya mengenai
kelanjutan temuan Komisi Pemberantasan Korupsi tersebut.
Menurutnya
selama ini ia telah menima laporan dari anak buahnya kalau tidak lanjut
akan temuan KPK tersebut telah selesai dilakukan, tetapi ternyata tidak
dari temuan itu yang ditindak lanjuti.
"Ini akan saya kroscek,
karena staf saya mengatakan selesai, selesai, selesai. Ternyata ada
surat KPK yang menyatakan, dari 48 hanya 6 yang selesai," kata
Suryadharma Ali saat ditemui ketika hendak check up di RS MMC, Jakarta
Selatan, Kamis (14/4/2011).
Menurut Ketua Umum PPP tersebut,
perihal ketidakberesan tersebut baru diketahuinya dari adanya surat dar
KPK yang menyatakan kalau hanya 6 dari 48 temuan titik rawan korupsi
tersebut yang telah diselesaikan. Surya mengatakan tidak menutup
kemungkinan pihaknya akan memberikan sanksi atas kesalahan yang
dilakukan anak buahnya tersebut.
"Tidak tertutup kemungkinan,
makanya nanti kita kroscek dulu laporannya, kan katanya beres-beres,
tapi ternyata ada surat KPK itu ternyata tidak beres," imbuhnya.
Seperti
diberitakan, KPK menemukan sejumlah titik lemah dalam penyelenggaraan
ibadah haji. Salah satunya adalah dalam pengelolaan pembiayaan haji.
Indikasi pemborosannya mencapai ratusan miliar.
"Jumlahnya
signifikan. Ratusan miliar," kata Wakil Ketua KPK M Jasin usai
mengadakan pertemuan dengan Menteri Agama Suryadharma Ali di Gedung KPK,
Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, Kamis (6/5/2010).
Menurut
Jasin, ada sejumlah komponen dari pembiayaan haji yang masih tidak
efisien. Ia mencontohkan, dalam penggunaan alat transportasi pesawat.
"Misalnya
pesawat, jumlah seatnya kan sekarang ada 440. Tapi yang digunakan hanya
350, apa nggak bisa dimaksimalkan hingga 400. Kan bisa lebih hemat
biaya carternya," tanya Jasin. (fjr/anw)