Menyikapi kondisi bangsa yang sampai
saat ini masih terbelit dengan permasalahan- permasalah besar. Penegakan
hukum,persoalan kesejahteraan rakyat dan pertahanan keamanan dan
keamanan Indonesia menjadi masalah utama yang harus mendapatkan
prioritas. Menyikapi hal ini memperkuat pemahaman dan
menginplementasikan nilai – nilai Pancasila adalah salah satu cara dalam
menjawab permasalahan tersebut
“Setiap insan warga Negara Indonesia
adalah mahluk beragama dimana di setiapa agama diajarkan untuk
bertanggung jawab terhadap manusia maupun Tuhan” demikian ungkapan
pertama Mayjen TNI (Purn) H. Nachrowi Ramli SE, ketua Dewan Koperasi
Indonesia wilayah DKI saat diwawancarai koruptorindonesia.com
Nachrowi Ramli menambahkan, selayakanya
keimanan dan ketaqwaan menjadi ruh dalam penyelenggaraan kehidupan
berbangsa saat ini. Berikut petikan wawancaranya dengan J. Permana dari
koruptorindonesia.com :
Bagaimana Anda menyikapi persoalan bangsa dewasa ini ?
Berbicara persoalan bangsa, sejak kita
melakukan reformasi tahun 1997/1998 sampai sekarang kita masih berkutat
pada permasalahan-permasalahn yang memang tadinya muncul kepermukaan.
Jujur saja bahwa ada kecendrungan , bahwa nilai –nilai kebangsaan itu
sudah mengalami degradasi misalnya nilai-nilai Pancasila termasuk di
dalamnya 4 Pilar kebangsaan.
Kenapa hal initerjadi ? Saat terjadi
reformasi kita belum siap.Mau dijadikan apa negara ini, atau kalau
istilahnya adalah anomi. Kita ingin merubah sesuatu tetapi sesuatu
seperti apa kita belum sepakati. Akhirnya Trail and Error, makanya UUD
45 mengalami empat kali amandemen.
Selanjutnya, ada kecendrungan anomali,
bahwa sesuatu yang dulu itu selalu kita anggap salah, sehingga harus
diganti. Jadi persoalan bangsa yang besar saat ini adalah penegakan
hukum, persoalan kesejahteraan rakyat, perpolitikan dan pertahanan dan
keamana NKRI.
Tanggapan anda terkait pemberantasan korupsi yang sudah dilakukan Pemerintah?
Harus ada badan yang Power Full
namun harus ingat, badan tersebut akan baik kalau orang didalamnya
baik, mereka harus punya integritas dan kecerdasan.kalau kita perhatikan
beberapa kasus besar lamban namun kita harus melihat hal-hal yang di
dalam hukum yang harus diperhatikan.
Semua aspek harus diperhitungkan jangan sampai memperjuangkan prinsip mengorbankan prinsip lainnya.
Langkah kongkrit dalam perbaikan moral penegakan hukum?
Pancasila mengajarkan kita taat kepada
Tuhan Yang Maha Esa artinya, setiap insan warga Negara Indonesia adalah
mahluk beragama dimana di setiapa agama diajarkan untuk bertanggung
jawab terhadap manusia maupun Tuhan.
Upaya lainnya adalah meningkatkan
keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan di dalam penyelenggaraan kehidupan
berbangsa tadi yang pada akhirnya, manusia berbicara dengan moral,
agama dan system.
Langkah kongkrit anda dalam mendukung pemberantasan korupsi terutama diranah perkoperasian?
Kita memberikan advokasi, dan langkah
advokasi ini memberikan pencerahan-pencerahan kepada setiap korupsi
untuk melaksanakan aturan main yang berlaku.
Yang lainnya adalah dalam memilih
seorang pemimpin dimana pemimpin itu harus mempunyai integritas. Selain
itu ketua Koperasi tidak hanya cukup pintar namun bagaimana seorang
ketua tersebut bisa menjadi, pemimpin, guru, teman.
Apakah ada kendala dalam mensosialisasikan ?
Sampai saat ini tidak ada, tinggal
penyajiannya saja yang harus disesuaikan. Kita harus melihat dengan
siapa kita bicara supaya tidak terjadi salah presepsi. Memakai bahasa
yang sederhana,sesuai dengan tingkatannya.
Adanya wacana gerakan –
gerakan anti korupsi untuk mengusulkan kenaikan penghargaan dalam hal
financial kepada pelapor. Tanggapan anda?
Dilihat dari sudutnya saja. Ada suasana
bathiniah apa sehingga aturan peraturan itu ada.Yang harus diperhatikan
adalah jangan sampai orang yang melaporkan kasus korupsi ini hanya
karena stimulant uang .